matahati katahati

  • Peristiwa /
    14 Apr 2015

    Ingin Mudah, Malah Begah

    ATM yang ternyata tak ada tulisan nama. (dok. pribadi) Promosi layanan itu penting. Tapi lebih penting lagi menyiapkan pelayanan sebelum promosi. Sebab sebagus apapun model promosi, jika realitasnya tak seperti yang dijanjikan, pastilah kekecewaan yang dirasakan. Seperti yang saya rasakan saat membuka rekening onlen sebuah bank swasta. Berawal rasa penasaran dari tulisan pada blog beberapa sahabat. Sebuah bank menawarkan pembukaan rekening baru via onlen. Kebetulan karena belum punya rekening pada bank tersebut, maka saya langsung daftar onlen. Tinggal ikuti perintah pada website ini. Mengisikan seluruh data dengan benar, sesuai dengan kartu identitas (KTP). Jangan lupa menyiapkan kopi skan KTP, nomor HP yang mudah dihubungi dan alamat email. Tanggal 22 Maret 2015 saya mendaftar onlen
  • Trip /
    18 Sep 2014

    Cukup Seratus Ribu Rupiah, Keliling Jogja dari Mojokerto

    Malioboro, view dari Halte TJ Malioboro 1. (Foto kolpri) Jogjakarta? Apa yang terpikir di benak pembaca pastilah berbeda-beda. Tapi saya yakin, ada satu kata yang terselip diantara, ‘eksotik’. Eksotisme itu pula yang mampu menyihir para wisatawan untuk hadir di sana. Bagi kebanyakan manusia Indonesia, belum Indonesia rasanya jika belum mengunjungi kota yang penuh pernak-pernik budaya tersebut. Seringkali banyak diantara kita berpikir bahwa ke Malioboro atau ke Jogja pastilah butuh duit yang banyak. Hal itu bisa dikatakan benar atau sebaliknya. Benar jika kita ingin berkunjung ke Jogja dengan tujuan berbagai destinasi wisata, menginap di hotel dan belanja. Namun bisa juga sebaliknya. Bagi backpacker seperti saya, mengunjungi satu destinasi wisata yang jauh tidak harus mahal.
  • Trip /
    1 Jun 2014

    Majapahit Bukan Masa Silam, Majapahit Itu Masa Depan

    Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: “Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tajung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa”. [Sumpah Palapa Maha Patih Gajah Mada] Sumpah itulah, yang menyulut semangat para raja Kerajaan Majapahit untuk menunjukkan eksistensinya di bumi nusantara. Sekaligus menjadi masa keemasan di era Prabu Hayam Wuruk sebagai raja yang mampu meluaskan kekuasaan sampai ke wilayah Asia Tenggara dan Asia Selatan. Masa kejayaan yang ditunjukkan dengan berbagai peninggalan bersejarah yang ‘berserakan’ di sekitar situs purbakala Majapahit di Trowulan dan sekitarnya. Menyitir judul dari baliho Cak Nun dan Ki

Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru