matahati katahati

  • Peristiwa /
    12 Feb 2016

    Zoyaku Sayang Zoyaku Malang

      Bukan jilbab Zoya pun tak apa.   Setelah memicu polemik yang cukup panas, ngeper juga akhirnya. Demikian sepenggal kisah iklan produk jilbab ‘halal’ Zoya. Entahlah, apa yang ada di benak sang kreator iklan jilbab tersebut. Hingga dengan teganya bertanya tentang ke’halal’an produk jilbab lain selain merek Zoya. Sengaja atau tak sengaja, saat membaca reaksi masyarakat (muslim khususnya) seharusnya bisa lebih responsif. Sebab hiruk pikuk di media sosial tentu tak bisa membutakan mata markom Zoya maupun biro iklan itu sendiri. Kecaman keras dari masyarakat tentu menjadi presden buruk tayangan iklan jilbab ‘halal’ tersebut. Inti permasalan sebenarnya bukan pada sertifikasi halal dari MUI terhadap produk jilbab tersebut. Justru iklan provokatif i

Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru