matahati katahati

  • Spiritual /
    1 Aug 2014

    Menjadi Manusia Bermartabat

    Khutbah Idul Fitri oleh Ust. Dwi Purnomo. (Foto kolpri) Bulan Ramadhan menjadi sebuah bulan yang begitu luar biasa. Selama sebulan kita telah dilatih dan dididik untuk menjadi manusia yang bermartabat. Muslim yang dapat mengimplementasikan dirinya menjadi manusia yang berfungsi guna, berdaya guna dan tepat guna . Manusia yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat dan Tuhannya, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat ke-110, yang artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Alloh. Demikian sepenggal catatan dari Khutbah Idul Fitri 1434 H. yang disampaikan oleh Ust. Dwi Purnomo, Lc. Mengingatkan kita kembali bahwa sudah seharusnya, sebagai seor
  • Spiritual /
    22 Jul 2014

    Dahsyatnya Sebuah Senyuman

    Momen Hari Raya Idul Fitri adalah salah satu momen yang luar biasa. Apalagi bagi bangsa Melayu yang masih menjunjung tinggi tradisi. Tradisi baik yang kini sudah menjadi bagian dari budaya Bangsa Indonesia. Sebab Idul Fitri bukan hanya ummat Islam saja yang ikut merayakan. Semua ikut merasakan ‘nafas segar’ silaturrahim kolosal ini. Silaturrahim atau bertatap muka tentu butuh beberapa modal agar berjalan baik. Modal finansial jika yang kita tuju adalah saudara, handai taulan atau sahabat yang rumahnya berjauhan. Modal waktu dan tenaga juga masuk di dalamnya. Satu lagi modal yang harus selalu kita bawa agar silaturrahim itu membawa berkah adalah senyum dalam keikhlasan. Salah seorang sahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, Tidak pernah aku mel
  • Spiritual /
    14 Jul 2014

    Berburu Buka Puasa dan Pahala

    Sudah jamak jika kita berpuasa, maka acara yang ditunggu-tunggu adalah berbuka puasa. Puasa pada bulan Ramadhan khususnya memberikan nuansa berbeda. Jika berbuka puasa pada puasa sunnah, tentu tak akan seheboh jika berbuka puasa pada puasa Ramadha. Berbuka puasa pada bulan Ramadhan seolah ada ‘kebutuhan bersama’. Ada perasaan senasib yang ditanggung. Oleh karena itu, berbagai acara yang diadakan pada Bulan Ramadhan hampir 99% dapat dipastikan dibarengkan dengan momen buka puasa bersama. Hal ini dapat dimaklumi, sebab siapa sih yang akan menolak jika akan diberi suguhan gratis. Demikian sebaliknya dengan penyelenggara. Acara apa atau siapa sih yang tak ingin sukses? Kesuksesan acara biasanya ditandai dengan satu indikator yang nampak jelas yaitu jumlah kehadiran peserta. Pese
  • Spiritual /
    11 Jul 2014

    Tips Melawan Godaan Puasa

    “Sudah tahu Bulan Ramadhan, eee… masih saja makan minum di depan orang. Dasar tak tahu malu! Mbok ya, hormati tuh Bulan Ramadhan.” Demikian kita kadang dengarkan gerutuan seseorang saat melihat orang lain makan minum saat pagi atau siang hari di Bulan Ramadhan. Padahal kita tahu bahwa makan dan minum adalah hak azasi manusia. Kita pun tak tahu, dia seorang muslim atau bukan. Seandainya di muslim, kita tak tahu bahwa bisa saja dia adalah seorang musafir. Seorang musafir (orang yang sedang bepergian) sesuai dengan ketentuan syar’i diperbolehkan untuk berbuka di siang hari. Namun adab berbuka itu pun sebenarnya ada ketentuannya. Hakikat Puasa Ramadhan Nah, bicara masalah puasa Ramadhan, sebenarnya hampir sama dengan membicarakan dengan puasa sunnah di bulan lainnya.

Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru