matahati katahati

  • Spiritual /
    22 Jun 2016

    Puasa Ramadan Dan Sedekah

      Telah kita ketahui bersama. Puasa Ramadhan adalah puasa wajib yang ditujukan untuk orang-orang yang beriman. Yaitu yang meyakini bahwa dengan berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, kaum muslimin ditempa jiwa dan raganya untuk menjadi insan yang bertakwa. Menjadi manusia yang taat terhadap segala perintah Allah Ta’ala dan mencontoh sikap hidup Rasulullah Muhammad shallAllahu ‘alaihi wassalam. Ada banyak hikmah yang dapat kita ambil dari proses puasa Ramadan itu sendiri. Selain secara harfiah adalah menahan nafsu makan dan minum, serta nafsu yang lain, namun ada yang lebih penting dari hal tersebut. Shodaqah jariyyah atau yang biasa kita sebut dengan sedekah. Oleh karena itu, puasa Ramadan ini juga sebagian ulama ada yang menyebutnya sebagai ‘bulan sedekah
  • Spiritual / Kuliner /
    23 Jun 2015

    Yang Sunnah, Yang (Biasa) Dilupakan

    Menyiapkan hidangan kurma untuk iftar puasa Ramadhan. (Dok. pribadi) Yang sunnah, tapi (biasa) dilupakan di bulan Ramadhan atau bulan-bulan lainnya. Apakah gerangan hal tersebut? Jawabnya adalah KURMA. Siapa sih yang tak mengenal buah kurma atau ruthob? Saya yakin, sahabat semua pasti sudah mengenalnya. Minimal pernah mencicipinya. Dalam kenyataannya, ternyata masih ada juga saudara muslim yang belum pernah mencicipinya. Hal ini pernah saya temui pada sebuah desa di daerah Jogja bagian selatan. Meskipun sebagian besar penduduk kampung tersebut adalah muslim. Cukup memprihatinkan bukan? Padahal kalau dilihat dari segi tempat tinggal (rumah), umumnya cukuplah mentereng. Padahal kita tahu, bahwa Rasulullah tak pernah meninggalkan iftar (membatalkan) puasa tanpa menyantap kurma. Bila pu
  • Spiritual /
    2 Feb 2015

    Poligami, Antara Nafsu dan Cinta

    “Maaf ya, Mas. Tak bakal aku izinkan suamiku kawin lagi,” dengan wajah tegang Ima menatap ke arah saya. “Kan salah satu pintu menuju surga bagi istri adalah mengizinkan suaminya untuk menikah lagi,” tukas saya. “Nah, banyak pintu untuk menuju surga. Kalau tak lakukan satu hal itu kenapa?” tak mau kalah, Ima pun membantah pernyataan saya. Kemudian diskusi tentang poligami siang hari itu menjadi ramai. Maklum, saat itu kami berlima. Tentu saja masing-masing memiliki alasan untuk menerima atau tidak menerima poligami. Pandangan dari segi agama, kemaslahatan sosial dan ekonomi, atau psikologis dikemukakan. Maklum saja, dengan latar belakang keilmuan akademik masing-masing diskusi menjadi menarik. Apalagi banyak contoh-contoh kejadian poligami yang dipampa
  • Personal / Spiritual /
    1 Dec 2014

    Secuil Cerita Di Hari AIDS Internasional

    Setiap tanggal 1 Desember menjelang. Setiap itu pula ada kegundahan menyergap. Ada satu kenangan yang tak mungkin saya lupakan. Seorang sahabat meninggal dunia di sebuah rumah sakit dengan kondisi yang mengenaskan. Belum lagi perlakuan dari pihak manajemen rumah sakit yang tidak mengenakkan. Sempat saya mempertanyakan perlakuan terhadap jenazah sahabat saya tersebut. Pihak rumah sakit pun saling lempar pernyataan. Bahwa bukan mereka yang berhak menjawab. Kemudian saya sampaikan bahwa saya dari Sahaja (Sahabat Remaja). Sebuah organisasi nirlaba yang selama ini getol memberikan edukasi kepada remaja. Utamanya pada aktivitas remaja dan dampak pergaulan bebas remaja. “Saya memiliki lisensi untuk perawatan jenazah bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS),” demikian saya jelaskan kepada

Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru