matahati katahati

  • Edukasi /
    12 Feb 2014

    Basa Loe Boat Gue Pusing

    Ilustrasi oleh Nuzulul. Dari pade eloe pusing -pusing. Mendingan ikotan GA goe aje nyok. Hadiahnye lumayan. Bisa bikin eloe makan setahun. Ha ha ha… Kagak percaye? Coba cek aje syarat n ketentuannya. Dijamin eloe kagak nyesel deh kalo mo ikotan. Cekidot… Pernahkah sahabat membaca pengantar giveaway (GA) atau lomba blog yang semacam itu? Saya yakin sebagian sahabat blogger pasti sudah pernah bukan? Terus bagaimana perasaan sahabat jika membaca tulisan semodel itu. Senang, biasa saja, gemas atau sebel? Untuk yang ini jawaban cukup di dalam hati saja ya. Hi…hi…hi… Inilah dunia menulis. Dunia blogger yang penuh dinamika, penuh sensasi dan seni. Pecintanya dari berbagai jenjang usia, pekerjaan, pendidikan hingga usia. Seperti tak ada lagi sekat antara satu de
  • Edukasi /
    28 Jan 2014

    Traveler yang Sombong, Sayakah?

    Di Pelabuhan Kalianget Sumenep - Madura. (courtesy of selfie) Masih melanjutkan catatan saya tentang traveler sombong. Tergelitik dengan tulisan Faela Shafa di 14 Tanda Anda Seorang Traveler yang Sombong di Travel Detik dot com. Berikut lanjutan catatan saya. Sambil tetap berusaha agar saya tak termasuk dari 14 ciri tersebut. Semoga… 8. Anda akan mengatakan, “Sudah pernah ke sana, melakukan itu. Apa lagi selanjutnya?” Penyakit ini yang dulu pernah menjangkiti saya. Mau apa ke sana sih? Toh pemandangannya begitu-begitu saja. Tak ada yang istimewa. Seringkali saya melemparkan pernyataan seperti ini, saat teman bercerita tentang suatu tempat. Dimana tempat itu pernah saya kunjungi. Namun tidak berkesan karena pemandangan yang ‘pas-pasan’. Padahal pandangan
  • Edukasi /
    27 Jan 2014

    Anda Seorang Traveler yang Sombong?

    21 tahun yang lalu, foto diambil nggak sengaja. Ho…ho…ho… artikel yang cukup menohok dan nyata banget. 14 Tanda Anda Seorang Traveler yang Sombong, judul artikel tersebut. Pasti ada yang setuju, atau ada juga yang menolak. Wajar sekali bukan? Jika anda traveler yang sombong pasti akan menolak stigma tersebut. Ehg…maksud saya, ayo kita belajar menjadi traveler yang apa adanya. Yuk, kita kupas pelan-pelan 14 stigma tersebut. Sebab dulu juga saya pernah terjangkiti 14 virus sombong itu. Maklumlah, namanya juga bonek traveler yang sok jadi pecinta alam. Usia muda yang masih terbatas memandang dunia. Namun setelah 20-an tahun berjalan, pengalaman mengajarkan hal yang lain. 1. Anda selalu beropini bahwa turis dan orang yang pergi liburan bukanlah traveler sejati. M
  • Edukasi /
    5 Jan 2014

    Siap Kalah atau Siap Menang?

    Lomba masak nasi goreng. (Foto koleksi pribadi) Pernahkah sahabat mendengar atau membaca judul di atas? Saya yakin sahabat semua pasti sudah pernah, atau sering malah mendengarnya. Tapi dengan format yang berbeda: siap menang dan siap kalah. Biasa kita lihat para kontestan calon gubernur, bupati, walikota, kepala desa atau presiden saat maju dalam pemilihan. Deklarasi yang kadang terkesan lucu dan dipaksakan. Toh, masalah siap menang dan siap kalah itu ada di hati masing-masing calon. Saat deklarasi yang kemudian (biasanya) diikuti penandatanganan ikrar bersama seolah mereka adem ayem dan penuh persaudaraan. Padahal kenyataan yang sering timbul di lapangan adalah sebaliknya. Berapa ratus atau bahkan ribu calon yang gagal malah pada akhirnya tidak terima dengan kekalahannya. Lebih t

Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru