matahati katahati

  • Edukasi /
    15 May 2014

    Stop Lihat 10 Pragram TV Ini!

    Capture Sinetron Pashmina Aisha. (Courtesy oh Youtube) “Stasiun televisi harus segera memperbaiki sinetron dan FTV (Film Televisi) tersebut,” kata Agatha Lily Komisioner Bidang Isi Siaran KPI seperti diberitakan Antara. Menurut KPI pelanggaran yang terdapat dalam sinetron dan FTV itu antara lain menampilkan tindakan bullying (intimidasi) yang dilakukan anak sekolah, kekerasan fisik, kekerasan verbal, percobaan pembunuhan, percobaan bunuh diri. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah 10 program televisi yang tidak layak tonton versi KPI: Ayah Mengapa Aku Berbeda (RCTI), Pashmina Aisha (RCTI), ABG Jadi Manten (SCTV), Ganteng-Ganteng Serigala (SCTV), Diam-Diam Suka (SCTV), Indonesia (ANTV), Sinema Akhir Pekan (ANTV), Sinema Pagi (Indosiar), Sinema
  • Edukasi /
    13 May 2014

    Dunia Pendidikan Indonesia Berduka

    Foto courtesy of Guslan Gumilang/Jawa Pos. Save Our Soul! Selamatkan jiwa kami! Demikianlah mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan situasi ini. Kondisi darurat pendidikan yang menampar ‘wajah lugu’ sang profesor. Ini bukan lagi kasus bapak. Ini sudah wabah, endemi. Perlu kerja keras untuk menanggulanginya agar tidak lebih parah di tahun-tahun yang akan datang. Bagaimana mungkin, ketika 70 kepala sekolah dan guru SMA pilihan tiba-tiba menjadi perompak. Perompak berjamaah lagi. Sungguh miris sekali. Ketika semua pada berbicara tentang moral, kejujuran dan Ujian Nasional (UN) yang bersih, ini malah pelaku pendidikan yang mencederai diri sendiri. Dengan siasat a la mafia, merencanakan tindakan perompakan naskah UN SMA. Kabupaten Lamongan yang terkenal dengan rekor 1
  • Edukasi /
    6 May 2014

    Aku Rakyat, Sampeyan Menteri, Pinter Sopo Seh?

    Ping loro iki kepekso aku nulis nggawe boso Suroboyoan. Boso sing mugo-mugo Pak Menteri (duduk manteri lho) Muhammad Nuh isok’o ngerteni yok opo sumpeke wong tuwo sing anake lagek ngayahi Ujian Nasional. Kathek aku pribadi seh wis biasa ae, tawakaltu alalloh. Mergane anakku wis tak peseni, yok opo ae hasile UN, ojok sampek dadi cidrone ati. Insyaaloh mentale wis taksiyapno kanggo ngedepi soal ujian model opo ae. Terus siji maneh, arek iku tak kongkon dadi arek sing egois. Ojok sampek kegudo isenge koncone, opo maneh ambek isu konci jawaban sing gak jelas jluntrunge. Iki sinau tekok kejadian UN SMA winginane. Akeh oknum pendidik nang Kabupaten Lamongan sing keciduk gara-gara kunci jawaban. Tapi gurung garing oleh ngeleg idhu. Berita UN dina kawitan soal Bahasa Indonesia marahi was s
  • Edukasi / Personal /
    28 Apr 2014

    Pak Nuh yang Baik

    Ada sebuah kisah yang pernah saya tulis di salah satu media on-line, hampir setahun yang lalu. Bukan sebuah kisah fiksi yang mendayu-dayu. Tentang sebuah romantisme cinta yang penuh tantagan. Atau kisah para pasukan pahlawan super yang mengalahkan para penjahat. Sama sekali bukan. Tapi kisah kami yang terpinggirkan oleh kebijakan manajemen pendidikan negeri ini. Pernah saya punya harapan yang besar, saat Menteri Pendidikan Nasional dijabat oleh Muhammad Nuh. Mantan Rektor ITS Surabaya yang memiliki segudang prestasi. Bahkan saya sempat rasan-rasan dengan seorang sahabat. Seorang widyaswara nasional pendidikan luar sekolah. Dimana pekerjaan tiap hari adalah bergelut dengan Kelompok Belajar Mengajar (KBM/Kejar) Paket A, B dan C. “Semoga Pak Nuh bisa membawa amanah manajerial pendidi

Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru