matahati katahati

Apa Untungnya Pakai Produk Perbankan Syariah

23 Jun 2016 - 03:11 WIB

 

Apa sih untungnya memakai produk perbankan syariah?

Pertanyaan ini pasti akan muncul saat seseorang diminta untuk membuka rekening atau produk perbankan syariah lainnya. Meski mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, namun istilah perbankan syariah belum begitu familiar. Utamanya pada masyarakat pedesaan. Padahal sudah 10 tahun kiprah perbankan syariah di Indonesia. Bahkan beberapa negara tetangga pun sudah mulai ‘berguru’ tentang praktik perbankan syariah di Indonesia.

Data statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang sangat signifikan perkembangan perbankan syariah 10 tahun terakhir. Data di tahun 2015 menunjukkan jumlah aset 296,2 trilyun rupiah. 14 kali lipat dibandingkan dengan tahun 2005 yang ‘hanya’ sebesar 21,5 trilyun rupiah. Untuk penyaluran pembiayaan yang dikeluarkan hingga Desember 2015 sebesar 212,9 trilyun rupiah. Sementara dana pihak ke-tiga (DPK) mencapai 231, 2 trilyun rupiah.

Hal tersebut di atas menunjukkan adanya sentimen positif terhadap kinerja industri perbankan syariah. Sehingga kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat. Pun bagi industri perbankan umum, saat ini ‘berlomba’ untuk membuka unit jasa syariah sebagaimana telah dilakukan oleh 12 bank umum syariah nasional. Tak ketinggalan 22 Unit Usaha Syariah dan 163 BPRS dengan 2.747  jaringan kantor yang siap melayani nasabah yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Sejak awal tahun 2014, Bank Indonesia telah menyerahkan fungsi pengaturan dan pengawasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK pun berkomitmen untuk mendorong perkembangan dan peningkatan perbankan syariah. Salah satu faktor penting untuk meningkatkan perkembangan perbankan syariah adalah lewat fungsi edukasi. Memberikan pemahaman dan preferensi kepada masyarakat untuk menggunakan jasa keuangan syariah. 

 

Prinsip Operasional Bank Syariah

Bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan ushanya berdasarkan prinsip syariah. Hal ini sesuai amanat UU Nomor 21 tentang Perbankan Syariah. 

 

Infografis prinsip operasional perbankan syariah. (dok. OJK)

Terdapat lima (5) hal prinsip yang membedakan dalam operasiaonal antara perbankan umum konvensional dan perbankan umum syariah. Lima prinsip tersebut adala:

  1. Prinsip Kemitraan.
  2. Prinsip Keadilan.
  3. Prinsip Kemanfaatan.
  4. Prinsip Keseimbangan.
  5. Prinsip Keuniversalan.

 

Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

 

Sementara itu, terdapat 6 prinsip perbedaan bank syariah dibandingkan dengan bank konvensional.

Infografis perbedaan bank syariah dan bank umum. (dok. OJK)

Infografis di atas menyebutkan 6 perbedaan pokok pada bank syariah yang meliputi:

  1. Hanya berinvestasi pada usaha yang halal.
  2. Berdasarkan sistem bagi hasil, margin keuntungan, dan fee.
  3. Besaran bagi hasil berubah-ubah sesuai kinerja usaha.
  4. Profit dan falah oriented (kebahagiaan dunia dan akhirat, sejahtera lahir dan batin).
  5. Pola hubungan bank dan nasabah adalah kemitraan.
  6. Ada pengawas syariah oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

 

Sistem Bagi Hasil Bank Syariah

Seseorang yang menaruh uang di bank syariah dalam bentuk tabungan atau deposito dengan sistem bagi hasil, maka akan memperoleh bagi hasil setiap bulannya dari hasil usaha yang dilakukan oleh bank syariah tersebut. 

Perbandingan antara sistem bagi hasil dan sistem bunga. (dok. OJK)

Sistem bagi hasil inilah yang diperintahkan oleh syariat. Ada lima (5) perbedaan prinsip dibandingkan sistem bunga yang diusung oleh bank konvensional, yaitu:

  1. Ada kemungkinan untung/rugi.
  2. Didasarkan pada rasio bagi hasil dari  pendapatan/keuntungan yang diperoleh nasabah pembiayaan.
  3. Porsi pembagian bagi hasil didasarkan atas nisbah (yang disepakati bersama) berlaku tetap sama, sesuai akad, hingga berakhirnya masa perjanjian pembiayaan kecuali disepakati perubahannya oleh para pelaku.
  4. Jumlah pembagian bagi hasil berubah-ubah tergantung kinerja usaha (untuk pembiayaan berdasarkan bagi hasil).
  5. Bagi hasil tergantung pada keuntungan proyek yang dijalankan. Jika proyek itu tidak mendapatkan keuntungan maka kerugian akan ditanggung bersama kedua pihak.

 

Payroll Perusahaan Di Bank Syariah 

Mengingat beberapa pertimbangan di atas, maka selaku Kepala Bidang Personalia dan Umum, maka payroll gaji karyawan rumah sakit saya rekomendasikan melalui bank syariah. Alhamdulillah, komisaris dan direksi pun menyetujui. Maka terhitung sejak Mei 2009, seluruh transaksi pembayaran gaji melalui salah satu bank syariah nasional. Kemudahan-kemudahan pun akhirnya diperoleh oleh perusahaan dan karyawan.

 Kami cukup nyaman dengan layananannya. (dok. pribadi)

Seiring dengan tuntutan perkembangan fisik dan peningkatan fasilitas layanan rumah sakit, maka kebutuhan tambahan modal pun tak terelakkan. Maka bank syariah tersebut memberikan pembiayaan dengan sistem murabahah. Ini tentu membuat perencanaan proyek harus benar-benar fokus. Sebab seluruh pembiayaan benar-benar digunakan sebagaimana pengajuan yang ada. Baik itu untuk pembelian bahan-bahan bangunan ataupun biaya gaji/upah pelaksana proyek. 

Item demi item benar-benar dicek kondisinya di lapangan. Hal ini untuk menghindari adanya penyimpangan penggunaan anggaran untuk biaya lain di luar kesepakatan. Pekerjaan tersebut terkesan ribet karena detil. Bandingkan dengan pembiayaan konvensional yang apabila sudah disepakati besarannya langsung diberikan secara tunai tanpa syarat. Namun pekerjaan yang rumit tersebut justru akan lebih memudahkan kedua pihak untuk mengontrol.

Keuntungan berikutnya adalah ketika koperasi karyawan mendapatkan dana pembiayaan musyarakah (perkongsian). Dimana jika dibandingkan pembiayaan serupa dari bank konvensional, hasil total akhir pengembalian modal akan jauh lebih besar. Ini berimbas pada keuntungan yang diperoleh oleh karyawan dimana dapat meminjam kepada koperasi karyawan dengan nilai pengembalian yang tak terlalu memberatkan.

Dua kali kejadian, karena satu dan lain hal, beberapa karyawan meminta tangguh hari cicilan pembayaran. Koperasi pun meminta tangguh hari pembayaran kepada bank bersangkutan. Ternyata tak ada sepeser rupiah pun denda yang dikenakan. Tentu ini akan berbeda jika dilakukan di bank konvensional.

 

Pinjam Modal Usaha Dengan Referensi

Mengingat di rumah, saya dan istri saya memiliki usaha rumahan, maka kami mencoba mengajukan pinjaman. Cukup dengan referensi dari direktur perusahaan, pinjaman mudharabah (bagi hasil) pun disetujui. Sebagaimana pinjaman kepada perusahaan, pinjaman saya ini pun benar-benar digunakan untuk membeli bahan dan alat produksi. Hal ini sesuai dengan proposal pinjaman yang saya ajukan sebelumnya.

Hal tersebut menutup peluang untuk penyalahgunaan pembiayaan. Sehingga pembiayaan benar-benar efektif dan dipantau dengan teliti oleh petugas lapangan. Bagi yang terbiasa berpola pikir konsumtif, tentu hal ini tidak mengenakkan bukan?

Biaya pengelolaan rekening yang ringan. (dok. pribadi)

Oh ya, untuk biaya administrasi pengelolaan rekening dan ATM di rekening saya itu termasuk cukup murah lho. Bisa bandingkan dengan bank konvensional yang ada. Namun hal itu saya anggap sebagai salah satu kemudahan saja. Tanpa menafikan hal-hal lainnya yang lebih bersifat pribadi bagi saya.

 

Tak Ada Alasan Tak Mau Ke Bank Syariah

Infografis di bawah ini menunjukkan bahwa bank syariah pun kini memiliki produk dan layanan keuangan setara dengan bank konvensional. Masyarakat akan memperoleh berbagai produk dan jasa perbankan yang lebih beragam, dan skema keuangan yang lebih bervariasi, fleksibel, dan saling menguntungkan.

Ragam produk dan aktivitas bank syariah. (dok. OJK)

 

Lebih jauh lagi, melalui tulisan di blog ini, saya dapat berbagi pengalaman. Beberapa keuntungan telah saya dapatkan berkat kemudahan diberikan oleh bank syariah. Oleh karena itu, saya berani memberikan referensi kepada Anda untuk tak ragu-ragu lagi memanfaatkan jasa perbankan syariah. Bahkan dari sumber terpercaya di OJK menyampaikan bahwa nasabah non-muslim pun jumlahnya cukup berimbang dengan nasabah muslim. Hal ini menunjukkan nasabah lebih mempertimbangkan secara rasional, pilihan terhadap keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi keuangan. Baik untuk investasi, tabungan, maupun perputaran bisnisnya.

Jika saya, dan mereka sudah menggunakan produk perbankan syariah. Kapan giliran Anda?

 

———————————————————–

Referensi:

  1. Buku Seri Edukasi Perbankan Syariah (2014). Otoritas Jasa Keuangan.
  2. Flyer Infografis “Mengenal Lebih Dekat Bank Syariah”. Otoritas Jasa Keuangan.

Catatan: tulisan 88% orisinal berdasarkan plagiarism checker.

 


TAGS   Otoritas Jasa Keuangan / OJK / Bank Syariah / mudharabah / musyarakah / murabahah /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Arsip Tulisan