matahati katahati

Ramadan Bersanding Al-Qur’an

26 Jun 2015 - 15:59 WIB

354825d4622a98dbe8fcba492c2c24a3_ramadan1

Ramadan adalah bulan yang dimuliakan oleh Allah bagi umat Islam. Limpahan rahmat serta curahan keberkahan begitu melimpah. Maka sungguh merugilah bagi muslim yang menyia-nyiakannya. Satu bulan yang amat berarti diantara deretan hari yang menyibukkan kita.

Lalu bagaimana kita agar dapat meraih rahmat dan berkah Ramadan tersebut? Sangat banyak tentu cara yang dapat kita lakukan. Mulai dari kita bangun tidur untuk makan Sahur. Hingga kita beranjak tidur untuk mengistirahatkan badan dan pikiran. Begitu banyak tausiyah maupun berbagai media yang mengupasnya. Tinggal kita mau memilih cara mana yang mungkin dan sanggup untuk kita lakukan.

Pondok Ramadan di Panti Asuhan

Cara yang kami lakukan untuk meraih rahmat dan berkah Ramadan kali ini salah satunya adalah Pondok Ramadan. Tentu banyak model Pondok Ramadan yang telah diadakan. Sebegai misal: Pondok Ramadan di Sekolah, Pondok Ramadan di Alam Bebas, Pondok Ramadan di Pesantren atau yang lain. Nah, kali ini Pondok Ramadan yang kami gelar mungkin lain dibandingkan yang lain. Kami memilih Pondok Ramadan di Panti Asuhan.

Mengapa kami pilih Pondok Ramadan di Panti Asuhan? Tentu bagi sebagian kalangan, panti asuhan seolah menjadi bagian yang jauh dari lingkungan kita. Padahal, seharusnya kita bisa lebih mendekatkan diri terhadap lingkungan mereka. Apalagi bagi kita yang memiliki anak-anak. Mendekatkan ke lingkungan panti asuhan, akan memupuk simpati sosial sekaligus ukhuwah Islamiyyah.

Dengan persetujuan dan kerjasama dengan pengurus, kami pilih Panti Asuhan Al-Muqorrobin Mojokerto sebagai tempatnya. Bukannya tanpa alasan untuk memilihnya. Selain tempatnya yang cukup luas dan asri, para pembimbing Pondok Ramadan kita ambilkan juga dari para alumni yang sedang mengikuti pendidikan tahfiz Al-Qur’an. Sehingga hal tersebut lebih memudahkan untuk mengkondisikan para pengasuh.

5791804d84935bbfb71c1a94f5feb9c8_ramadan3

Mengambil tema “Ramadan Bersanding Al-Qur’an”, kegiatan dilangsungkan dari tanggal 22 Juni hingga 11 Juli 2015. Peserta terbuka bagi umum, usia sekolah dasar hingga SMA. Pondok Ramadan kali ini lebih menekankan kepada cara membaca Al-Qur’an dengan benar. Baik dari segi mahraj maupun fasahah (kefasihannya). Sekaligus belajar untuk menghafalkan ayat-ayat pendek Al-Qur’an.

Alhamdulillah, meski persiapan cukup mepet, hanya sekitar satu bulan, antusiasme peserta cukup baik. Ratusan anak mendaftar. Di sini peserta disediakan fasilitas penuh dan gratis. Pun bagi orang tua yang ingin mendampingi putra-putrinya. Unsur flesibilitas kami kedepankan, sehingga anak boleh memilih tinggal menginap atau antar jemput (’santri kalong’). Minimal, kami lebih mendekatkan peserta dengan dunia kepantiasuhan. Sebab selama kegiatan berlangsung, 42 anak panti tidak diperbolehkan pulang, meski liburan sekolah.

Anak-anak panti yang setingkat MTs./SMP dan MA/SMA itu juga yang menjadi panitia pelaksana. Sekaligus mengasah kreativitas, kemandirian serta tanggung-jawab pada suatu kegiatan. Tentu ini akan menjadi pengalaman yang berharga juga. Sebab mereka akan berhubungan dengan anak-anak luar panti dan sekaligus dengan orang tua mereka.

Sempat terbersik keraguan dari beberapa pengurus panti asuhan. Namun setelah kegiatan berlangsung beberapa hari, senyum mengembang menghiasi wajah mereka. Sebab jika anak-anak panti diberi tanggung-jawab, maka mereka pun ternyata bisa bekerja dengan sungguh-sungguh. Meski terkadang sifat usil yang melekat masih saja mewarnai.

Ternyata Ramadan itu begitu indah. Saat kreativitas anak-anak muda bisa tersalurkan dengan baik. Sekaligus lebih mengenalkan Al-Qur’an kepada masyarakat. Kitab suci yang seharusnya kita akrabi, namun sering kali malah kita lalaikan. Semoga Ramadan kali ini, kita benar-benar memperoleh rahmat, ampunan serta barokah dari Allah Ta’ala. Aamiin…

ngaBLOGburit


TAGS   #ngaBLOGburit2015 /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Archive