matahati katahati

SOTO AYAM CAK DAR HARGA MURAH RASA MERIAH

21 Sep 2015 - 13:10 WIB

Malam ini hawa terasa atis. Setelah sesorean Surabaya diguyur hujan tipis. Tidak merata. Perut pun mulai terasa pemberontakannya. Meski sore tadi, sebungkus siomay Taman Bungkul sudah mendarat mulus di dalam usus. Kerja belum selesai. Belum apa-apa. Masih ada beberapa berkas yang harus saya periksa.

Namun karena otak telah lelah, saya putuskan untuk rehat dulu. Bergegas menata berkas yang sudah selesai. Membendel dan mengisi check-list. Sementara yg belum, saya bendel dan langsung masuk ke back pack. Coba saya selesaikan besok pagi.

Kemudian bergegas saya pun memacu motor menuju arah Krembangan Barat. Jalanan sepanjang Jl. Diponegoro sampai dengan Jl. Semarang cukup lengang malam itu. Entahlah, hujan membuat para warga kota enggan ke luar rumah mungkin.

Sesampai hampir di ujung utara Jl. Semarang, warung PKL berspanduk kuning pun nampak melambai. Soto Ayang Lamongan Cak Dar. Alhamdulillah, semoga masih ada. Gumam saya dalam hati. Salah satu soto favorit saya di daerah Surabaya Utara. Lalu segera motor saya parkir di dekat lapaknya.

“Ijik onok, Cak?” Tanya saya singkat.

“Masih, Mas,” jawab singkatnya pula.

Lalu saya pun segera mengambil tempat favorit saya. Di meja belakang rombong. Pas di bawah pohon trembesi tua.

 

Saat itu, ada 2 orang yang datangnya hampir bersamaan dengan saya. Namun dengan cekatan, Cak Dar segera meracik 3 mangkuk untuk sotonya. Seperti biasanya pula, porsi nasi untuk saya full. Barakah dari sebuah silaturahmi diantara kami. Kebetulan, Cak Dar ini adalah tetangga adik ipar saya di Karangbinangun, Lamongan.

 

 

Tak sampai 10 menit, semangkuk soto ayam pun mendarat mulus di meja kayu di hadapan saya. Kuah yang tak terlalu berlemak/berminyak cukup saya suka. Apalagi jauh dari rasa penyedap rasa atau vetsin. Sebagaimana pengakuan beliau, jika justru penyedap rasa itu membuat kuah cepat bau. Makanya, beliau lebih suka menggunakan penyedap rasa tradisional. 

Dengan harga 10 ribu rupiah, rasanya tak berlebihan jika saya katakan murah. Semangkuk besar soto ayam dengan irisan daging ayam kampung yang cukup banyak. Belum lagi koya yang bisa minta tambah jika dirasa kurang. Biasanya saya disodori wadah kecil yang berisi koya. Sebab saya biasa nambah. Pun dengan sambelnya. Tak usah kuatir meski lombok mahal. Beliau tetap menyediakan sambel ekstra di wadah khusus.

 

 

Untuk rasa, saya berani memberi nilai 7,5/10 deh. Sementara untuk penyajian pastinya 8/10. Cukup cepat dan ramah orangnya. Sementara untuk tempat, cukup 7/10. Maklumlah PKL, namun untuk kebersihan tempat cukup salut dengan beliau. Meski berada di pinggir jalan raya, selalu nampak bersih saat konsumen datang ke lapaknya. Oh ya, untuk minumannya, hanya menyediakan teh hangat saja. Cukup 2 ribu untuk teh hangatnya. Sementara bila ingin minum yang lain, bisa pesan di lapak sebelahnya.

Nah, bagi Anda yang berada di Surabaya Utara, tak ada mencoba salah satu soto favorit saya ini. Letaknya berjejer dengan sebuah lapak PKL nasi rawon. Sekitar 50 meter sebelum ujung utara perempatan Jl. Semarang dengan Pasar Turi. Letaknya di sisi sebelah barat dari Jl. Semarang. Bukanya mulai jam 15.30 sampai dengan habis. Biasanya sih, tak sampai jam 12 malam sudah habis.

.

[sby utara, memori 22-03-2015]


TAGS   kuliner Surabaya / soto ayam / soto ayam Lamongan / soto ayam Cak Har /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Archive