matahati katahati

Berbuka Puasa, Berreuni dan Menebar Kebaikan

29 Jun 2015 - 16:01 WIB

59ff5a46a0eac6db9ad2fb8aedc88eed_buka

Berbuka puasa bersama. Saya yakin, diantara pembaca pasti sudah pernah melakukannya. Entah di sekolah, di kantor, di mushala, di masjid, di restoran atau di tempat yang lain. Hal itu secara umum tujuannya tentu untuk lebih memberi arti pada nilai sebuah buka puasa di bulan Ramadan. Selain untuk membatalkan puasa, tentu saja untuk lebih mengakrabkan diri antara satu dengan yang lain. Demikian juga yang dilakukan pada Ramadan 1436 H. kali ini bukan?

Tapi ada juga buka puasa bersama yang mungkin tak biasa dilakukan. Seperti yang saya alami pada buka puasa bersama di Ramadan 1435 H. tahun yang lalu. Yang tidak biasa seperti apa? Yups, saya dan teman-teman semasa SMP mengadakan reuni yang bertepatan dengan jelang malam takbiran.

27 tahun berlalu sejak lulus SMP, tentu bukan rentang waktu yang pendek untuk bersua. Banyak kisah atau cerita yang luar biasa tentu saja. Maka ide untuk menggelar reuni sekaligus berbuka puasa bersama ini tentu menjadi sesuatu yang luar biasa juga. Kami pikir, jika diadakan pas lebaran justru sulit. Sebab mereka lebih untuk memilih silaturrahim ke keluarga masing-masing. Meskipun pilihan hari terakhir Ramadhan tentu menjadi spekulasi juga.

Alhamdulillah, meski dengan persiapan hanya 2 minggu, cukup sukses juga ternyata. Berbekal media sosial serta kecanggihan teknologi, dengan cepat informasi tersampaikan. Hanya diorganisir 0leh 5 orang, kami berhasil mendatangkan 56 orang. Para alumni yang hadir datang dari dalam dan luar negeri. Diantara 376 alumni, kehadiran 56 orang ini saja sudah cukup berarti. Padahal perkiraan kami, yang hadir hanyalah sekitar 40-an orang saja.

Tak pelak, acara yang dimulai selepas Asar ini pun begitu gegap gempita. Begitu bahagianya kami mendengar berbagai cerita. Seorang sahabat yang dulunya menjadi pengembala kambing, kini menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Seorang sahabat yang dulunya tinggal di panti asuhan, kini menjadi pemilik beberapa show room mobil mewah. Bukan tanpa kebetulan kami selenggaran reuni tersebut di sebuah cafe. Cafe yang di bagian lantai bawahnya digunakan sebagai show room mobil. Teman alumni kami itulah yang menyiapkan.

Namun demikian, ada juga beberapa kisah pilu dari beberapa sahabat. Mulai dari yang sukses hingga usahanya gulung tikar, hingga meninggal dunia di usia yang masih cukup mudah. Banyak pula yang hidupnya memang ‘lurus-lurus’ saja, lempeng. Ini menjadi hikmah bagi kami semua, hingga meluncurkan ide untuk membuat sebuah lembaga nirlaba. Tujuannya diantaranya adalah untuk membantu anak-anak sahabat alumni yang kurang beruntung. Sekaligus memberi lapangan kerja atau usaha bagi rekan alumni yang membutuhkan.

Lebih melegakannya lagi, buka puasa bersama kali ini pun tidak hanya diikuti yang beragama Islam. Sahabat alumni yang non-muslim pun bersedia hadir. Ini menjadi tambahan kebahagiaan bagi kami. Acara bukber sekaligus reuni ini seolah tanpa sekat lagi. Semua seolah merasakan nikmatnya bersilaturrahim sekaligus merasakan indahnya bulan Ramadan.

Menebar Kebaikan Pasca Buka Puasa Bersama

Sekali lagi alhamdulillah, Allah memberikan berkah pada reuni sekaligus acara buka bersama kami tahun kemarin. Atas usulan beberapa orang sahabat, meminta pasca bukber dan reuni ini untuk membuat satu lembaga filantropi. Maka berbekal pengalaman dari masing-masing personal, terbentuklah lembaga tersebut 2 minggu kemudian. Lembaga ini dikelola murni untuk kegiatan sosial. Kegiatan operasionalnya sepenuhnya tidak diambilkan dari sumbangan. Namun didukung oleh beberapa orang yang khusus mendonasikan untuk biaya operasional.

Saat ini lembaga yang sudah berjalan setahun ini, telah berhasil membantu biaya sekolah sekitar 21 putra-putri para alumni. Mereka bersekolah mulai tingkat SD - SMA dengan nominal bantuan 2,4 juta (SD), 3 juta (SMP) dan 3,6 juta (SMA) per tahun. Bantuan ini diberikan per semester dengan perjanjian jika nilai turun pada semester berikutnya, akan dialihkan pada yang lain.

Sementara beberapa orang sahabat, berhasil memperoleh pekerjaan yang lebih layak atas bantuan sahabat yang lain. Pun demikian dengan bantuan usaha mandiri kepada sekitar 14 orang. Bantuan diwujudkan dengan barang yang menunjang kelancaran usaha. Bukan berupa uang tunai. Yang jika ditunaikan, variasi bantuan berkisar antara 2,5 - 4 juta. Tergantung dari jenis usaha yang dimiliki.

Ternyata hikmah Ramadan begitu luar biasa. Berbuka puasa, berreuni sekaligus menebarkan kebaikan. Memang tidak mudah untuk menjalankan hal tersebut. Butuh semangat, kemauan yang keras, keikhlasan serta konsistensi. Kami pun tetap beraharap bahwa model bukber plus reuni itu tetap bisa kami adakan. Kami usahakan intervalnya kami buat 2 tahun sekali. Sekaligus sebagai sarana laporan pertanggujawaban kegiatan lembaga. Meski yang sudah berjalan, laporan kami buat per bulan dan kami sampaikan via email ke masing-masing donatur.


TAGS   #ngaBLOGburit2015 /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Arsip Tulisan