matahati katahati

Humor Bangun Pagi

10 Jan 2015 - 07:43 WIB

Ah...Pak RT ini. Bisa aja....

Ah…Pak RT ini. Bisa aja….

Fuad tak seperti biasanya, pagi ini terlihat jalan-jalan di lapangan belakang rumah. Maklumlah, sebagai penjaga warnet, dia baru bisa pulang setelah jam 4 pagi. Warnet tempat dia bekerja memang tutupnya jam 4 pagi. Nah, dia kebagian menjadi karyawan tetap yang jaga pada malam hari, dari pukul 6 malam hingga 4 pagi.

Untuk urusan hari dan total jam kerja, gak usah dibahas ya. Sebab ini bukan artikel untuk ngitung gaji pokok dan tunjangan profesi. Namanya penjaga warnet, yang penting tiap bulan digaji tepat waktu, beres. Syukur-syukur jika ditambah dengan bonus.

Nah, balik ke Fuad yang jalan-jalan ya. Sabtu pagi seperti biasanya, jogging track cukup ramai. Sekolah libur, PNS juga libur. Jadi banyak yang memanfaatkan waktu pagi untuk menghirup udara segar. Untuk urusan ini, Fuad sepertinya sudah lama banget tidak melakukan aktivitas jogging pagi.

Saat kebetulan berpapasan dengan Pak RT, dengan basa-basi Fuad pun menyapa.

“Assalamu’alaikum… Wah Pak RT, sudah lama jalan?”

“Ah kamu, Fuad. Wa’alaikumussalam, lumayan, sudah basah nih kaos,” sambil menjumput bagian depan kaos yang basah.

“Tumben, kok sendirian, Pak?” tanya Fuad iseng. Biasanya Pak RT ini memang terkenal ‘lengket’ kayak perangko dengan Bu RT. Ke mana-mana selalu berdua.

“Ibu, lagi jenguk anak-anak di Jogja.”

“Oh, gitu….,” saya pun manggut-manggut.

“Tahu tidak kamu, Fuad?” Tiba-tiba Pak RT berkata lirih ke Fuad. Seolah ada rahasia yang mau disampaikan.

“Ya, Pak…,” ekspresi wajah ingin tahu Fuad pun disodorkan.

“Truk gandeng saja, kadang gandengannya dititipkan. Hwahahahaa….,” dengan lepasnya Pak RT tertawa. Fuad pun hanya senyum manyun.

“Lha kamu sendiri, kok tumben bisa bangun pagi?” Sejurus kemudian Pak RT pasang mimik serius.

Dhueeesss… pertanyaan yang menohok rupanya. Maklum, bagaimana mau lari pagi? Sepulang dari warnet, Fuad biasanya jamaah Shubuh dulu di masjid. Kemudian baru pulang dan langsung tidur. Baru bangun jelang adzan Dzuhur berkumandang.

Nah, ini kesempatan saya untuk skak mat Pak RT. Demikian pikir Fuad.

Sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Pak RT, Fuad berbisik, “Maaf, Pak. Bisanya baru bangun pagi. Sebab mau bangun rumah belum mampu.”

Jleeeb…! Pak RT pun dibuat melongo dengan jawaban Fuad. Kena deh….


TAGS   #HumorBlogger /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Arsip Tulisan