matahati katahati

Sehari Bersama Anak-Anak Panti Asuhan

17 Dec 2014 - 07:28 WIB

Sudah tak sabar di pintu masuk.

Sudah tak sabar di pintu masuk.

Tiket masih dipesan. Tapi anak-anak sudah berhamburan penuhi pintu masuk. Rupanya mereka sudah tak sabar untuk segera menengok apa yang ada di dalam. Pengasuh dan pendamping pun berusaha menenangkan. Memberitahukan bahwa petugas pintu masuk masih bersiap dulu. Sekalian menunggu urusan tiket beres.

Demikianlah gambaran awal ketika saya dan para pengasuh Panti Asuhan Al-Muqorrobin mengantarkan ank-anak untuk rekreasi. Meski libur resmi belum dimulai, tapi waktu kosong menunggu rapor dibagikan kami manfaatkan dulu. Maklumlah, mereka juga tak ingin kehilangan momen liburan berkumpul bersama keluarga. Meski ada beberapa anak ‘penghuni tetap’ panti asuhan yang tak manfaatkan momen libur itu. Sebab rumah mereka jauh, waktu seminggu hanya habis untuk perjalanan pulang pergi saja.

Tak ada lelahnya mereka bersendau-gurau di bis.

Tak ada lelahnya mereka bersendau-gurau di bis.

Meski perjalanan cukup melelahkan antara Mojokerto - Malang, tak mengurangi semangat mereka untuk tetap ceria. Sebab biasanya untuk acara liburan hanya di seputaran objek wisata di Mojokerto saja. Namun tahun ini, kami putuskan untuk ke luar kota. Dengan persiapan cuma dua hari, kami putuskan untuk ke Taman Rekreasi Sengkaling di Dau, Kab. Malang.

Gerbang masuk Taman Rekreasi Sengkaling.

Gerbang masuk Taman Rekreasi Sengkaling.

Berangkat dari depan Pasar Brangkal Mojokerto jam 07.15 Wib, akhirnya kami tiba jam 09.45 Wib di Sengkaling. Suasana masih terlihat lengang. Sebab jam buka masih seperempat jam lagi. Dengan sigap, pengurus panti asuhan segera menemui petugas loket. Pemilik baru dari tempat wisata ini adalah Univ. Muhammadiyah Malang (UMM). Sehingga kami mencoba lobi untuk mendapatkan keringan tiket masuk. Kebetulan panti asuhan kami, memeliki afiliasi ke ormas Muhammadiyah.

Alhamdulillah, ternyata deal juga. Kami dapatkan diskon tiket masuk 50%. Kami ‘hanya’ membayar Rp. 12.500,- dari tiket masuk Rp. 25.000,-. Sangat lumayan bukan? Anak-anak pun bertambah senang, karena mereka dapat tambahan uang saku dari diskon tiket tersebut. Maka wajar saja jika mereka tak sabar ingin segera bermain di dalam.

Cantik nih latarnya....

Cantik nih latarnya….

Tiket kami dapatkan. Selanjutnya satu per satu rombongan memasuki plataran depan di dalam komplek. Maka kesempatan berfoto-ria dimulai. Dengan latar belakang yang cukup unik kami manfaatka juga untuk koordinasi. Kami sampaikan ke semua anggota rombongan bahwa jam 14.00 Wib sudah harus berkumpul di pintu keluar. Seperti pengalaman yang sudah-sudah, jika tak diingatkan, pasti akan kerepotan untuk mengumpulkan anak-anak panti.

Kolam renang tempat favorit anak laki-laki.

Kolam renang tempat favorit anak laki-laki.

Hampir 4 jam, anak-anak kami bebaskan untuk memasuki semua wahana yang mereka sukai. Kolam renang tentu saja menjadi objek yang tak terlewatkan terutama untuk anak laki-laki. Sampai-sampai ada yang masih dengan baju seragam panti njebur ke kolam. Kesuwen (biar tak kelamaan), begitu kata mereka saat saya ingatkan. Hi….7x, namanya juga aji mumpung.

Bersiap kembali pulang.

Bersiap kembali pulang.

Nah, jam 14.00 teng pun tiba. Alhamdulillah, ternyata mereka bisa kompak. Kami berkumpul di depan pintu keluar sambil menghitung kembali anggota rombongan. Satu per satu, kembali kami naiki bis. Kali ini perjalanan pulang berbeda rute dengan rute berangkat. Rute pulang kali ini melewati jalur Batu-Pujon-Kandangan-Ngoro-Mojoagung-Mojokerto.


TAGS   panti asuhan / Sengkaling / Batu / Malang /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Archive