matahati katahati

K-13 Versus KTSP

8 Dec 2014 - 19:55 WIB

Saya menyampaikan pendapat juga.

Saya menyampaikan pendapat juga.

Rapat siang ini antara yayasan dan para guru tempat istri saya mengajar berjalan cukup seru. Ada beberapa agenda rutin menyangkut PBM (Proses Belajar Mengajar) dan agenda tambahan. Untuk agenda rutin, masalah-masalah seputar siswa, guru dan kegiatan administrasi menjadi bahan evaluasi. Evaluasi harian kami lakukan rutin, namun evaluasi mingguan diadakan seminggu sekali di hari Senin. Tentu saja di jam setelah waktu sekolah usai.

Rapat mingguan ini diikuti oleh hampir 100% guru. Mulai guru jenjang TK, SD, SMP, SMK dan SLB. Ditambah dari unsur yayasan penyelenggara dan tamu sebagai nara sumber yang berhubungan dengan tema/isu penting yang akan dibicarakan. Nah, kebetulan minggu terakhir kemarin, isu pembatalan Kurikulum 2013 (K-13) menjadi topik panas. Terakhir dengan meluncurnya surat Mendikbud RI, Anies Rasyid Baswedan yang menghentikan K-13 di semua sekolah yang baru melaksanakan pada Tapel 2014/2015.

Di satu sisi tentu hal ini menjadi berita gembira bagi sekolah yang belum siap secara fisik maupun non-fisik. Namun di sisi lain, bagi sekolah yang sudah merasakan manfaat dari k-13 tentu akan menjadi kerugian tersendiri. Utamanya bagi sekolah yang tak termasuk dalam 6.221 sekolah model.

Sehingga ada salah seorang guru yang nyeletuk,”Anies Baswedan mengatakan kalau K-13 diberlakukan tergesa-gesa. Sementara mantan Mendikbud RI, Muhammad Nuh mengatakan bahwa K-13 dipersiapkan selama 2 tahun dg 6.221 sekolah percontohan. Apakah Anies mengambil keputusan hanya dalam waktu 2 bulan. Apakah itu tidak tergesa-gesa?. Itu super tergesa-gesa menurut saya.”

Sementara guru lain menimpali,”Mau KTSP atau K-13 sebenarnya secara mendasar kita tidak masalah. Sebab sejak pemberlakuan KTSP, sekolah kita sudah melakukan berbagai modifikasi yang metodenya sangat mirip dengan K-13. Cuma dalam format penilaiannya saja yang ada perbedaan.”

Kemudian berbagai usulan pun mengemuka antara pro dan kontra. Tapi pada kesimpulan akhir rapat sesuai dengan masukan salah seorang mitra ahli, pemberlakuan K-13 tetap dilakukan sampai semester gasal tapel berjalan. Sambil menunggu tindaklanjut dari instansi pemerintah terkait.


TAGS   Kurikulum 2013 / KTSP /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Arsip Tulisan