matahati katahati

Jasa TV Untuk Anak Indonesia

4 Dec 2014 - 12:56 WIB

Ngeri dan nyesek. Hanya 3 kata untuk mengomentari video terunggah tersebut. Tapi itulah kenyataan yang harus kita hadapi. Kemajuan teknologi informasi ternyata bagai buah simalakama. Di bagian yang satu, memberi nilai positif karena mudahnya memperoleh informasi. Di sisi lain, banyaknya tayangan-tayangan tak bermutu menjadi polutan bagi kita. Terutama anak-anak kita yang bebas menonton jika orangtua tak mampu menjadi filter. Dalam artian menonton televisi atau tayangan video/live streaming via gadget.
Kita dapat saksikan bersama bahwa acara-acara televisi yang memiliki rating tinggi adalah sinetron. Coba simak daftar 20 acara tv dengan rating tertinggi:
1. Mahabharat ANTV (4.7/19.2)
2. Ganteng Ganteng Serigala SCTV(4.5/21.9)
3. Kita Nikah Yuk RCTI (4.1/21.0)
4. Mahadewa ANTV (3.9/17.5)
5. Catatan Hati Seorang Istri RCTI (3.8/18.3)
6. Jodha Akbar ANTV (3.6/17.3)
7. Emak Ijah Pengen Ke Mekah SCTV (3.5/19.2)
8. Diam-Diam Suka SCTV (3.4/17.0)
9. Goyang Goyang Senggol Indosiar (3.3/17.4)
10. Tukang Bubur Naik Haji The Series RCTI (3.3/16.9)
11. Million Dollar Crocodile TRANS7 (2.2/10.7)
12. Dahsyat RCTI (2.1/20.5)
13. Hbt: Kamboja Vs Indonesia[L] SCTV (2.1/19.4)
14. Istriku Ternyata Bukan Istriku Indosiar (2.1/17.4)
15. ABG Jadi Manten SCTV (2.1/12.6)
16. Siti Bling Bling Mengejar Cinta Pertama RCTI (1.9/13.5)
17. Disini Ada Tuyul MNCTV (1.9/11.0)
18. Hot Shot SCTV (1.8/18.1)
19. Bukan Cinderella SCTV (1.8/17.0)
20. New Famili 100 Indosiar (1.8/14.0)

95% adalah acara hiburan sementara tayangan berita/news hanya 5%. Itupun harus puas nangkring pada urutan ke-13. Tayangan sinetron menempatkan diri pada tujuh peringkat teratas. Sebuah capaian yang ‘luar biasa’ tentunya. Bukan masalah mutu atau tidak bermutu yang akan saya bahas di sini. Namun sejauh mana tayangan-tayangan tersebut secara tak langsung akan mempengaruhi cara pandang kita. Juga cara pandang anak-anak kita terhadap dunianya.
Di daftar peringkat tersebut sama sekali tidak ada acara anak-anak yang masuk peringkat terbaik. Dalam artian bahwa mungkin respondennya mungkin tak melibatkan anak-anak. Tapi marilah kita coba lakukan tes pada anak-anak kita. Acara televisi apakah yang disukai? Maka saya yakin acara yang disukai itu termasuk dalam acara tersebut di atas.
Sebagaimana sebuah tes sederhana yang saya lakukan pada murid-murid di TPQ kami. Saat saya tanyakan pertanyaan yang sama, ternyata jawabannya memang acara yang masuk 10 besar. Kebetulan anak-anak di TPQ kami berusia antara 6-14 tahun. Maka hal ini menjadi satu berita yang tak mengembirakan tentunya bagi saya.
Saat mereka saya minta untuk menceritakan tentang peristiwa Perang Uhud, hanya 2 orang diantara 20 orang yang lumayan lancar bercerita. Padahal kisah ini berulang kali kami sampaikan. Sempat juga kami putarkan video kisah tersebut. Ini berbalik 180 derajat, saat mereka saya minta bercerita tentang Mahabarata dan Ganteng-Ganteng Srigala. Suara riuh bersahutan,saat salah seorang yang saya tunjuk sempat ’salah’ alur ceritanya.
Nah, sedikit pengalaman tersebut tentu bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Kemudahan dan banyaknya akses fasilitas hiburan seharusnya membuat orangtua semakin cerdas. Bukan malah sebaliknya. Sebab peran serta keluarga dalam membentuk karakteristik anak sangatlah memegang peranan vital. Jangan sampai tv nantinya yang akan memegang peranan itu. Sehingga tayangan video di atas, tak sampai terjadi pada anak-anak kita.


TAGS   televisi /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Arsip Tulisan