matahati katahati

Air Mengalir Sampai Jauh

31 Aug 2014 - 09:36 WIB

(Indonesian Group from Chicago performed Keroncong music from Java during Indonesian Festival 2009 at Purdue University, West Lafayette, Indiana. The title of this song is Bengawan Solo.)

Bengawan Solo, riwayatmu ini.

Sedari dulu jadi perhatian insani.

Musim kemarau, tak s’brapa airmu.

Di musim hujan, air mengalir sampai jauh.

Mata airmu dari Solo, terkurung gunung seribu.

Air meluap sampai jauh, akhirnya ke laut.

Itu perahu, riwayatmu dulu.

Kaum pedagang selalu naik itu perahu.

Bait-bait lagu yang ‘Bengawan Solo’ yang diciptakan oleh Gesang tersebut begitu melegenda. Hampir tiga generasi berselang terlampaui. Lagu yang membawa ingatan kita tentang damainya negeri ini. Damainya manusia yang mampu berkolaborasi dengan alam sehingga menghasilkan sinergi dalam budaya kerja. Lagu yang telah ditampilkan dalam berbagai genre musik dan berbagai bahasa. Sehingga tak pelak lagu ini mendapatkan banyak penghargaan internasional.

Bengawan Solo seolah mampu membawa simbol ikatan yang kuat antara manusia dengan alamnya. Alam dan ekosistem yang terjaga dengan baik dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Denyut nadi ekonomi terasa begitu kental memanfaatkan keberadaan aliran sungai sebagai jalur transportasi yang menjangkau ke beberapa daerah. Sayang, nostalgia itu rasanya saat ini begitu menyesakkan dada. Sebab Bengawan Solo saat ini tak lebih sebagai sungai seperti pada umumnya sungai yang lain. Air terlihat keruh berlumpur, penuh kotoran dan airnya pun sudah bercampur dengan polutan.

Bahasa Air Bahasa Universal

Air, tanah dan udara adalah tiga komponen utama kehidupan yang tak bisa dipisahkan dari manusia.

Bahasa Air Bahasa Cinta


Air dengan sifatnya yang hidup adalah salah satu anugerah Tuhan yang luar biasa kepada manusia.

Politik Air Politik Universal

Ekosistem lingkungan kita tak bisa luput dari peranan manusia sebagai penggunanya.

Politik Air Politik Cinta

Kebijakan politik negera manapun pasti akan memiliki dampak langsung terhadap ekosistem negerinya.


TAGS   #BincangAir /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Archive