matahati katahati

Horee…Tiket KA Ekonomi Tak Jadi Naik

26 Jul 2014 - 07:28 WIB

Stasiun Lempuyangan, pemberangkatan KA ekonomi dari Yogyakarta. (Foto kolpri)

Stasiun Lempuyangan, pemberangkatan KA ekonomi dari Yogyakarta. (Foto kolpri)

Sebagaimana pernah saya tulis, bahwa tarif kereta api (KA) ekonomi akan naik per-1 September 2014, ternyata dibatalkan oleh PT. KAI. Tentu saja hal ini menjadi berita penggembira bagi ratusan ribu, bahkan jutaan penggunannya. Sebab tak dipungkiri bahwa KA ekonomi masih menjadi alat transportasi favorit yang masih dianggap paling aman. Selain aman, KA ekonomi jarak jauh sudah dilengkapi dengan AC dan para pengasong tidak boleh naik saat berjualan. Suasana di dalam gerbong pun bisa terasa nyaman.

Public Service Oligation (PSO) berupa subsidi kepada PT. KAI akhirnya tak jadi ditarik oleh pemerintah. Besaran PSO Rp. 1,224 trilyun yang rencananya akan dikurangi Rp. 352,7 milyar ini lah pemicu rencana kenaikan tarif tiket KA ekonomi jarak jauh. Namun, menurut keterangan Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, PSO tetap akan diberikan kepada beberapa perusahaan layanan publik termasuk PT. KAI di dalamnya. Meski SK belum ada, dapat dipastikan bahwa langkah Dirjen Anggaran ini sudah menjadi sinyal bagi manajemen PT. KAI.

Interior gerbong KA ekonomi yg sudah ber-AC. (Foto kolpri)

Interior gerbong KA ekonomi yg sudah ber-AC. (Foto kolpri)

Bagi saya yang mulai menggunakan jasa KA ekonomi jarak jauh, mulai merasakan keamanan dan kenyamanan itu. Terasa begitu jauh dibandingkan saat saya menjadi menjadi mahasiswa di awal tahun 1990-dulu. Jarak tempuh Surabaya-Jakarta biasanya 12-13 jam ditempuh dengan KA eksekutif. Menempuh dengan KA ekonomi ternyata waktunya tak terpaut jauh. Selisih hanya 1-2 jam saja. Padahal tarif KA kelas eksekutif 7-9 kali lebih tinggi dibandingkan tarif KA ekonomi.

Sebagai gambaran, untuk tiket KA ekonomi Surabaya - Jakarta dengan KA (ekonomi) Kertajaya hanya Rp. 50.000,-. Bandingkan dengan harga tiket KA (eksekitif) Argo Anggrek Surabaya - Jakarta yang bisa mencapai Rp. 400.000,-. Sangat besar sekali selisihnya bukan? Padahal dengan pelayanan PT. KAI terkini, di KA ekonomi sudah cukup lumayan. Layananan restorasinya pun cukup baik dengan harga yang sangat terjangkau dan ‘masuk akal’.

Pengalaman pertama kali naik KA ekonomi di tahun 2014 ini, membuat saya lebih enjoy dengannya. Sebab selama sebulan bisa 2 x 3 harus bolak-balik Jakarta - Surabaya atau Jakarta - Yogyakarta. Bisa dihitung selisih tarifnya bukan? Bisa mengurangi anggaran transportasi secara signifikan tanpa mengurangi kualitas perjalanan. Jika pun butuh untuk perjalanan mendadak, saya lebih memilih pesawat udara yang harganya tiketnya tak terpaut jauh dengan KA kelas eksekutif.

Nah, perjalanan dengan KA ekonomi ternyata sangat menguntungkan. Mau mencoba?


TAGS   tarif KA ekonomi / PT KAI / backpacker /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Archive