matahati katahati

Sisi yang Berbeda di #BN2013

3 Dec 2013 - 19:28 WIB

Topeng hasil kerajinan para difabel dari Desa Putat. (Foto koleksi pribadi)

Topeng hasil kerajinan para difabel dari Desa Putat. (Foto koleksi pribadi)

Foto ini secara tak sengaja saya ambil bukan untuk lombanya mbak Ria Lyzara lho. Tapi sebagai wujud apresiasi untuk para sahabat difabel dari Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Jauh-jauh dari bawah Bukit Purba Nglanggeran menuju Yogyakarta semata-mata untuk ikut menyukseskan Kopdar Blogger Nusantara (#BN2013).

Kerajinan topeng ini merupakan salah satu hasil kerajinan rakyat yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Putat. Disamping memiliki keterampilan menjahit dan bengkel otomotif, sebagian besar para difabel di desa ini menjadikan kerajinan membuat topeng sebagai pekerjaan utamanya.

Namun sayang, gelaran pameran kerajinan tangan yang dipamerkan oleh puluhan difabel di rumah joglo milik Pak Daud ini kurang diminati para blogger peserta #BN2013.

“Hanya puluhan blogger saja yang sempat mampir untuk melihat-lihat, mas,” demikian menurut keterangan Mbak Mita, salah satu pemiliki stan pameran kerajinan.

Foto inilah yang ingin saya tunjukkan kepada sahabat blogger peserta #BN2013. Ada sisi lain yang sebenarnya patut untuk kita jenguk. Sebab mereka ada juga karena untuk kita. Kita seharusnya juga ada untuk mereka. Produk kerajinan merekapun tak kalah kualitas dan harganya dibandingkan di pasar Beringharjo atau emperan toko Jalan Malioboro.

[Postingan ini diikutsertakan dalam kontes Narsisisasi ala Blogger Nusantara 2013 yang diadalan oleh Ria Lyzara.]

note: ternyata disaat yang sama Kedaulatan Rakyat pun mengangkat tema yang sama dengan yang saya tulis.

Courtesy Komunitas Blogger Jogja (KBJ).

Courtesy Komunitas Blogger Jogja (KBJ).


TAGS   narsis #BN2013 / topeng /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Arsip Tulisan