matahati katahati

Satu Momen yang Terlewatkan di #BN2013

3 Dec 2013 - 13:37 WIB

M. Joni Yulianto, Ketua SIGAP memberi sambutan. (Foto koleksi pribadi)

M. Joni Yulianto, Ketua SIGAP memberi sambutan. (Foto koleksi pribadi)

Majelis Umum PBB melalui Resolusi Nomor 47/3 tahun 1992 menetapkan tanggal 3 Desember sebagai Hari Penyandang Cacat Internasional. Maka tepat tanggal 3 Desember, hari ini, untuk yang ke-21 kalinya saudara-saudara difabel kita memperingatinya.

Lalu apa hubungannya dengan Kopdar Blogger Nusantara 2013?

Jawabannya adalah erat sekali. Lho kok bisa? Tentu sahabat semua pasti bertanya-tanya, apanya yang erat sekali. Jadi bingung kan?

Begini ceritanya, pada Ahad, 1 Desember 2013 tepat di hari ke-2 perhelatan Kopdar #BN 2013 di Dusun Wisata Tembi acara intinya adalah berbaurnya blogger dengan para difabel (penyandang cacat) dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para difabel. Baik itu berupa lomba-lomba maupun panggung hiburan yang telah disiapkan.

Sesuai tema yang diusung oleh #BN2013 yaitu Blogger Nusantara, Blogger Istimewa sangat pas dengan tema yang Hari Difabel Internasional yaitu Break Barriers, Open Doors: for an incklusive society and development for all (Retas batas, Buka Pintu: membaur bersama untuk membangun masyarakat inklusi). Oleh karenanya hari ke-2 perhelatan #BN2013 (sebenarnya) adalah kegiatan bersama dengan para difabel.

Tapi rupanya, jauh panggang dari api. Oleh karena satu dan lain hal, momen ini menjadi terlewatkan. Hanya beberapa puluh blogger saja yang hadir pada venue lomba maupun pentas seni. Apalagi yang mau ambil bagian dalam aktivitas bersama tersebut.

Untunglah beberapa blogger masih berkomitmen untuk mengikuti lomba sepakbola yang pada final berhasil mengalahkan tim difabel (ada bonus satu pemain blogger yang tak ditutup matanya). Sambil beranda-andai, kalau saja tim blogger ditutup semua matanya, pasti amburadul. Sebab beraktivitas dalam kondisi gelap, pastilah butuh waktu yang lama untuk adaptasi. Sedangkan tim difabel, memang sepakbola itu adalah olah raga favorit mereka. Ditambah tim tersebut adalah juara kompetisi futsal bagi difabel se Jateng-DIY.

Sepak bola Tim Difabel vs Tim Blogger. (Foto koleksi pribadi)

Sepak bola Tim Difabel vs Tim Blogger. (Foto koleksi pribadi)

Hampir 500 orang difabel yang datang. Mereka berasal dari berbagai kota: Solo, Salatiga, Klaten, Magelag, Purworejo, Gunungkidul, Sleman, Yogyakarta, Kulonprogo serta Bantul sebagai tuan rumah. Berbagai perkumpulan difabel juga hadir diantaranya para seniman difabel yang tergabung dalam SAPDA dan DMI (Difabel Motor Indonesia) Jogjakarta yang ikut memeriahkan acara #BN2013.

Narsis dengan sahabat DMI dan SAPDA. (Foto koleksi pribadi)

Narsis dengan sahabat DMI dan SAPDA. (Foto koleksi pribadi)

Tentu saja ada sosok yang cukup disegani sehingga mereka sudi mengahadiri acara Peringatan Hari Difabel Internasional sekaligus Kopdar Blogger Nusantara 2013. Dia adalah M. Joni Yulianto, Direktur Eksekutif SIGAP (Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel) Yogyakarta dan Purwanti (Mbak Ipung), Manajer Program SIGAP.

Diskusi, Mas Joni dan Mbak Ipung. (Foto koleksi pribadi)

Diskusi, Mas Joni dan Mbak Ipung. (Foto koleksi pribadi)

Mengenal sosok luar biasa dibalik suksesnya perhelatan #BN2013 dari SIGAP ini merupakan hal yang #istimewa. M. Joni Yulianto (menurut isteri beliau nama sebenarnya adalah Doni, bukan Joni), terlahir dengan kondisi tuna netra 33 tahun yang lalu. Berhasil meraih Masters in Public Administration (MPA) pada tahun 2011 dari Lee Kuan Yew School of Public Policy di National University of Singapore. Setelah sebelumnya di tahun 2008, beliau meraih gelar Masters in Disability Studies (MA) dari the University of Leeds di Inggris.

Keterbatasan yang dimiliki tak membuat aktivitasnya menjadi terhambat. Di Inggris, selama 16 bulan tinggal disertai dengan isteri tercinta dan puteri pertamanya. Meraih gelar MPA dengan nilai A dan tesisnya diangkat menjadi sebuah buku rujukan oleh penerbit terkemuka Jerman. Dengan nada guyon, royalti yang didapatkan dari bukunya pada tahun 2012 kemarin ‘hanya’ $1200.

Sementara Purwanti atau biasa disebut Mbak Ipung yang menjabat sebagai Manajer Program yang menggantikan manajer sebelumnya yang sedang menempuh S-2 di Australia. Mbak Ipung ini namanya cukup disegani diantara para pendamping korban kekerasan gender di DIY dan Jateng. Dengan sertifikat Paralegal Kasus Kekerasan Berdasarkan Gender dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, beberapa kasus kekerasan terhadap perempuan telah ditangani. Saat ini juga sedang menjadi pendamping korban kekerasan seksual terhadap perempuan difabel.

Satu momen yang terlewatkan di #BN2013 tentu menjadi catatan tersendiri bagi panitia #BN2014 nantinya. Sebab memang sangat tidak mudah untuk mengkondisikan satu kegiatan yang melibatkan puluhan bahkan ratusan komunitas blogger ditambah dengan venua acara yang beragam serta kerjasama dengan lintas sektoral dan organisasi.

Tapi hal ini sekaligus menjadi berkah bagi saya, untuk banyak belajar dari setiap peristiwa dan tiap tokoh luarbiasa yang saya temui. Termasuk kepada sahabat difabel terutama Mas Joni dan Mbak Ipung yang inspiratif.

[Artikel untuk Lomba Menulis Kreatif Blogger Nusantara 2013.]



TAGS   hari difabel internasional 2013 / #BN2013 / Jogjakarta Heritage /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Archive