matahati katahati

Beranda

1 Jan 1970 - 07:00 WIB

984d37d5dd5afec8bf49972fd26330ce_abi-bromo

Tiada keindahan tercipta, selain kesyukuran azali. Mengalir lirih diantara tenggat peristiwa. Ada kalanya kesunyian menyusup di relung jiwa yang dingin. Ada kalanya kehangatan itu memorak-porandakan kepongahan pikiran kita yang beku. Ada kalanya rindu tak terbendung kala yang dicinta berjarak.

Tida keindahan tercipta, selain tafakkur azali. Menundukkan ketinggian hati kita. Mensujudkan segala yang tegak penuh kedunguan. Memuarakan dzikir yang berserak entah dimana saja. Sebab kita kembali memutar ingatan kita: alastu birobbikum? Janji masa lalu kita atas pemilik jiwa, Alloh Azza wa Jalla.

Tiada keindahan tercipta, selain lukisan cinta di dinding rumah kita. Wadah dari kepenatan bertahun. Tempat membuncahkan segala asa serta rindu yang tak bertepi. Mengais keringat perjalanan yang bercampur debu nafsu. Disinilah kita sandarkan lelah. Rebahkan kebodohan yang kadang paksa kita untuk berlari.

Tiada keindahan tercipta, selain harapan bahwa Romadhon ini bukanlah yang terakhir kalinya. Sebab gunung dosa masihlah tinggi menjulang. Sementara kita hanya mampu berpuluh genggam mengeruk di dasarnya. Sementara tangis dan doa-doa yang kita lantunkan belum mampu merobohkannya.

Tiada keindahan tercipta, selain ridlhoNya selalu mengiring jiwa sesat kita….

——– Penghujung Romadhon 1434H ——–

e083ea81a8da1893c63cbbbef1ea1b71_abi-ana-uk-kecil

M. Nuzulul Arifin, lahir 43 tahun yang lalu di Kota Mojokerto. Mantan HRD dan GA di beberapa perusahaan. Sejak media 2013 menyukai hobi baru sebagai content dan web reviewer serta free editor jurnal ilmiah. Sebuah buku kumpulan essay Manusia Merdeka Itu adalah Kita dan sebuah novel Senyum Aliyya saat ini dalam proses editing. Aktif nulis di beberapa blog (matahati.blogdetik.com; nuzululku.wordpress.com; kompasiana/nuzulul; nuzululku.blogspot.com, dll.).

Dapat dihubungi via akun FB: nuzulul.arifin; Twitter: @nuzululpunya; dan kontak di 08813514043.


TAGS   1 /


Author

Saya mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Saya merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Saya mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar. —Umar bin Khattab—

Recent Post

Komentar Terbaru

Archive